fix
fix
OPINI & WAWANCARA
BBM, Politik dan Kepentingan Rakyat
Oleh : Fajar Kurnianto
JADWAL SHALAT   Subuh 05:29 WIB | Dzuhur 12:39 WIB | Ashar 15:59 WIB | Maghrib 18:40 WIB | Isya 19:46 WIB
Nusantara & Mancanegara

Ratusan TKW Terlantar Dan Disiksa, KBRI Jordan Tutup Mata

Para TKW sudah mengadu ke KBRI Jordan namun tak mendapat respon bahkan KBRI dinilai memeras TKW dengan disuruhnya para TKW tersebut kembali ke agency masing-masing untuk kembali bekerja dan mendapatkan uang bayak bila ingin dipulangkan ke Indonesia
16 Oktober 2012 01:35:00 WIB

almak | red
Jakarta,POL

 

 

RATUSAN Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia ditelantarkan di Jordan, bahkan beberapa disiksa hingga pingsan.

Para TKW sudah mengadu ke KBRI Jordan namun tak mendapat respon bahkan KBRI dinilai memeras TKW dengan disuruhnya para TKW tersebut kembali ke agency masing-masing untuk kembali bekerja dan mendapatkan uang bayak bila ingin dipulangkan ke Indonesia.

Hal itu diungkapkan berdasarkan pengaduan yang masuk di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Indramayu, laporan didapat dari keluarga maupun via telpon langsung dari TKW di Jordan kepada Divisi Advokasi DPC SBMI Indramayu yang di terima langsung oleh Koordinator Advokasi SBMI Indramayu, Jihun.

Menurut Ketua DPC SBMI Kabupaten Indramayu, Juwarih, mengatakan bahwa TKW yang bersangkutan satu persatu telah menyampaikan permasalahan yang mereka alami hingga saat ini, dengan permasalahan yang tidak jauh berbeda, yakni para TKW dioper-oper dari majikan ke majikan lainnya dan mengalami penyiksaan.

"Dari kesaksian para TKW bahwa ada ratusan bahkan mungkin ribuan TKW asal Indonesia tidak berdokumen yang tinggal di kontrkan tersebar di berbagai daerah di Jordan seperti daerah Jabal Aman, Zova, Hasmi Samalih, Mahata, Muhazirin, dan Sahab," papar Juwarih kepada PelitaOnline, Selasa (16/10/2012).

Menurut catatan SBMI, berikut daftar nama TKW sementara yang terlantar di Jordan, Nok Anah binti Caryan (28) asal Indramayu-Jawa Barat (Jabar), Maskupah binti Darsono (24) asal Indramayu, Patonah binti Rafe'I asal Serang-Banten, Lia Lianti binti Ili asal Karawang-Jabar, Mini binti Ocin Kampeng asal Subang-Jabar, Daniah binti Rasim asal Indramayu, Sumiyati binti Kasnari asal Pemalang-Jawa Tengah, dan Karwati binti Kartama Cirebon-Jawa Barat.

Nama-nama tersebut menurut Juwarih merupakan sebagian TKW yang berhasil dihubungi untuk melaporkan kejadiannya di Jordan.

Juwarih menilai, KBRI Jordan yang seharusnya melindungi dan membantu para TKW, malah melakukan pembiaran, bahkan seperti yang dialami TKW Nok Anah asal Indramayu, setelah dirinya disiksa hingga pingsan oleh majikannya, ia mengadu di KBRI Jordan untuk meminta dipulangkan, namun KBRI Jordan malah menyuruhnya kembali ke agency untuk bekerja, dan setelah mendapatkan uang banyak, baru akan dipulangkan, sehingga perbuatan KBRI tersebut dinilai melakukan pemersan terhadap ratusan TKW Indonesia yang terlantar di Jordan.

Atas perbuatan KBRI Jordan yang terletak di kota Aman itu, dinilai tidak punya rasa kemanusiaan karena membiarkan ratusan TKW terlantar bahkan diperas. Sehingga SBMI mendesak pemerintah pusat agar segera menindaklanjuti permasalahan tersebut.

"Berdasarkan kesaksian atau apa yang sedang di alami oleh para TKW, kami menyimpulkan bahwa KBRI Jordan dengan sadar telah menelantarkan atau tidak bisa melindungi WNI atau TKW di Jordan. Kami sesalkan atas tindakan para staff KBRI Jordan yang sudah memanfaatkan para TKW yang bermasalah untuk diperas," jelas Juwarih.

Oleh karena itu, SBMI mengingatkan kepada pemerintah terkait seperti, Kemenlu, Kemenakertrans, dan BNP2TKI agar memperhatikan dengan serius peristiwa tersebut dengan segera, karena kondisi para TKE yang terlantar di Jordan sangat tak menentu.

"Kami menuntut pemerintah Luar Negeri harus mengambil sikap tegas para staffnya yang di Negara Jordan untuk memberikan sanksi yang berat, bila perlu melakukan pemecatan. Karena sudah tidak amanah dalam menjalankan tugasnya," tandasnya.


Print
Tinggalkan komentar....





EKONOMI DAN BISNIS


Industri Animasi Menjanjikan, Tapi Banyak Kendala

DALAM industry kreatif, Teknologi komputer 3D grafis dan visual efek yang canggih, menjadikan lahan yang menjanjikan.…
21 September 2014 06:00:00 WIB

Jepang Libas Tim Bulutangkis Putri

TIM bulutangkis putri akhirnya tak mampu mengalahkan tim bulutangkis Jepang di ajang Asian Games 2014, yang…
21 September 2014 05:03:00 WIB

Paris Hentikan Kebiasaan 'Gembok Cinta'

20 September 2014 20:41:00 WIB

Patut Ditiru, Rumah Murah Cara Vietnam

20 September 2014 20:00:00 WIB

Masjid Khusus Gay di Demo

20 September 2014 13:46:00 WIB

Google Maps Tambah Navigasi 19 Negara

20 September 2014 12:40:00 WIB

Akhir Pekan, Harga Emas Melesu

17 September 2014 09:02:00 WIB

Bos NATO Sebut Tindakan ISIS Sangat Dekat dengan Genosida

KEPALA NATO Anders Fogh Rasmussen menegaskan negara-negara Barat harus mengambil tindakan militer terhadap militan Negara Islam…
17 September 2014 10:45:00 WIB

Kelompok IS Tembak Jatuh Pesawat Suriah

17 September 2014 12:25:00 WIB

Manusia Akan Semakin Pendek, Apa Sebabnya?

17 September 2014 07:40:00 WIB

Real Madrid Pesta Gol 5:1 Atas FC Basel

16 September 2014 22:20:00 WIB

Biadab, Aparat Cina Serang Sekolah Quran

21 September 2014 06:41:00 WIB

Bagaimana Nasib Jamaah Haji Nonkuota ?

DENGAN alasan kemanusiaan, pemerintah akan membantu bagi masyarakat yang pergi berhaji dengan tidak resmi seperti haji…
21 September 2014 01:31:00 WIB

Pusat Inkubasi Bisnis Syariah Diresmikan

20 September 2014 15:00:00 WIB

Gede Pasek: Anas Jadi Sasaran Salah Tembak ?

20 September 2014 10:40:00 WIB

Duh, Dewi Perssik Dilaporkan Bos Lamborghini

17 September 2014 09:20:00 WIB

Jokowi Cari Sosok Menteri Dari Profesional

CALON presiden terpilih Joko Widodo secara resmi telah mengumumkan postur kabinet yang akan dipimpinnya dan sebagian…
17 September 2014 09:52:00 WIB

Hangatkan Rumah Dengan Permainan Warna

17 September 2014 10:20:00 WIB

PDIP Gigit Jari, Gagal Memimpin DPR

16 September 2014 23:41:00 WIB

19 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat

17 September 2014 11:26:00 WIB

Depok Peringati Hari Mencuci Tangan Sedunia

IKLAN PALING BAWAH